Menu

Tips Zimbra Mail Server : Memahami Zimbra Proxy & Konsep Multi Server-Bagian 2

Tips Zimbra Mail Server : Memahami Zimbra Proxy & Konsep Multi Server-Bagian 2

Artikel Bagian Pertama : Tips Zimbra Mail Server : Memahami Zimbra Proxy & Konsep Multi Server-Bagian 1

POSISI ZIMBRA PROXY

Pertanyaan susulan berikutnya adalah, dimana posisi Zimbra Proxy diinstall? Apakah di LDAP Server, Mailbox Server atau justru di MTA Server? Zimbra proxy bukan diinstall di mailbox server melainkan diserver yang akan menjadi front-end mail server. Untuk keperluan ini, Zimbra proxy justru diinstall diatas mesin MTA server yang akan menjadi front-end mail server (port 25 incoming).

Zimbra Proxy akan menyediakan service POP Proxy, Imapproxy dan httpproxy. Ini berarti bahwa Zimbra Proxy akan menyediakan port-port standard 80, 110, 143, 993 dan 995 yang nantinya akan diredirect ke mailbox server  yang bersesuaian. Dengan demikian, end user tidak perlu menghapalkan mailbox server yang mana yang menjadi tempat mailboxnya disimpan karena proses redirect akan secara otomatis dilakukan oleh Zimbra Proxy.

ZIMBRA PROXY DAN NAT IP PUBLIC

Jika skema multi server menggunakan NAT, maka nantinya semua NAT atau port forward akan merujuk ke IP private milik MTA Server (MTA incoming). Dengan demikian, tidak perlu ada pemisahan NAT, misalnya port 80, 110, 143, 993 dan 995 ke mailbox server sedangkan port 25, 465 dan 587 ke MTA Server.

Bagaimana jika menggunakan IP public? Jika menggunakan IP public, berarti semua konfigurasi di DNS Server harus merujuk ke IP public milik MTA Server. Ini karena semua port Zimbra akan disediakan oleh MTA Server

KOMPONEN ZIMBRA PROXY

Zimbra Proxy mencakup software-software sebagai berikut :

  • Nginx. IMAP/POP3 proxy server yang memiliki performa bagus dan berfungsi sebagai sistem yang menangani permintaan akses POP/IMAP.
  • Memcached. Software yang menyediakan layanan cache object secara terdistribusi. Data mengenai routing akses akan disimpan didalam cached memory sehingga pada akses berikutnya, koneksinya jauh lebih cepat.
  • Zimbra Proxy Route Lookup Handler. Software ini bertindak sebagai servlet yang berada di Zimbra mailbox server. Servlet ini yang akan menerima permintaan akses dari account tertentu yang masuk melalui Zimbra Proxy.

ARSITEKTUR ZIMBRA PROXY

  1. User mengakses Zimbra melalui port PO/IMAP/HTTP melalui alamat Zimbra Proxy Server (MTA Server incoming dalam penjelasan diatas)
  2. Saat Zimbra Proxy menerima permintaan akses, Nginx akan mengirimkan permintaan via protokol HTTP ke Zimbra Proxy Route Lookup Handler.
  3. Zimbra Proxy Route Lookup Handler akan mencari lokasi routing mengenai posisi mailbox server dari account yang mengakses. Informasi ini disampaikan kembali ke Nginx.
  4. Memcached menyimpan informasi ini untuk digunakan dalam suatu periode tertentu (by default, 1 jam). Nginx akan menggunakan informasi ini untuk akses berikutnya tanpa perlu melakukan query ke Zimbra Proxy Route Lookup Handler. Dengan demikian, proses ini tidak terlalu membebani mailbox server
  5. Zimbra Proxy melakukan koneksi ke Zimbra Mailbox dan membuka sesi koneksi mail proxy. Bagi end user, hal ini berjalan secara transparan dan seolah-olah mengakses langsung mailbox server tempat accountnya berada

KESIMPULAN

Skenario multi server sangat diperlukan jika kita ingin menjaga agar performance Zimbra tetap berkualitas meski jumlah accountnya cukup banyak dan transaksi email cukup tinggi. Penambahan mailbox server dapat dilakukan dengan mudah setiap saat jika diperlukan sehingga mailbox yang menerima beban berat bisa dikurangi bebannya.

Zimbra Proxy dapat dimanfaatkan agar end user tidak perlu repot dalam mengakses dan melakukan setup email client karena meski account email tersimpan dibanyak mailbox server, aksesnya tetap dapat dilakukan dari 1 alamat mail server

Masim Vavai Sugianto

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Menu