Menu

Tips Zimbra Mail Server : Memahami Zimbra Proxy & Konsep Multi Server-Bagian 1

Tips Zimbra Mail Server : Memahami Zimbra Proxy & Konsep Multi Server-Bagian 1

Salah satu paket aplikasi yang kerap (dan memang seharusnya) dilewatkan saat instalasi Zimbra Mail Server model single server adalah Zimbra Proxy dan Zimbra Memcached. Mengapa sih keduanya harus dilewatkan? Kapan kita membutuhkan keduanya?

Zimbra Proxy dan Zimbra Memcached memang tidak diperlukan pada proses instalasi Zimbra Single Server. Zimbra Proxy dan Zimbra Memcached sesuai namanya berfungsi sebagai gateway proxy untuk akses ke mailbox. Tentu saja tidak ada manfaatnya jika Zimbra yang digunakan adalah model single server dimana seluruh paket dan service Zimbra dijalankan diatas 1 server.

Jika jumlah account dan trafik email terus meningkat, sebagai antisipasi Zimbra menyediakan model instalasi multi server. Model multi server ini bahkan bisa diterapkan pada Zimbra single server existing, yaitu dengan cara menonaktifkan beberapa service dan menambahkan server lain untuk menjalankan service yang dinonaktifkan tersebut.

KONSEP MULTI SERVER

Skenario Zimbra multi server dilakukan dengan cara memisahkan service-service tertentu pada server terpisah, misalnya ada pemisahan untuk fungsi LDAP server, Mailbox server, MTA server dan lain-lain. Berikut adalah skenario multi server dengan mengacu pada jumlah account dan tingkat trafik email.

Tutorial mengenai instalasi Zimbra Multi Server bisa dibaca disini : Instalasi Multi-Server Zimbra (1) – Persiapan Instalasi

KEBUTUHAN ZIMBRA PROXY

Pada skala medium, mailbox server bisa digabungkan dengan LDAP server namun MTA server dipisahkan. Skenario ini akan membantu memecah beban mailbox server agar cukup melayani koneksi LDAP, webmail dan protokol POP3/IMAP sedangkan untuk urusan lalu lintas email ditangani oleh MTA server.

Pada skala large, mailbox diset kedalam beberapa server sehingga ada multi mailbox server. Pada konfigurasi inilah fungsi Zimbra Proxy dan Zimbra Memcached diperlukan. Mengapa? Coba bayangkan jika ada minimal 2 mailbox server. User Vavai ada di mailbox server 1 sedangkan user Vivian ada di mailbox server 2. Cara bodoh-bodohan untuk mengaksesnya adalah meminta Vavai untuk mengakses ke http://mailboxserver1.excellent.co.id sedangkan Vivian harus mengakses http://mailboxserver2.excellent.co.id.

Meski cara diatas dapat dipahami, namun tentu bukan solusi yang baik. Solusi yang lebih baik adalah dengan membuatkan akses yang sama, misalnya http://mail.excellent.co.id. Jika user Vavai mengakses ke http://mail.excellent.co.id, maka aksesnya akan diteruskan ke http://mailbox1.excellent.co.id sedangkan jika user Vivian yang mengakses ke http://mail.excellent.co.id, aksesnya akan diteruskan ke http://mailbox2.excellent.co.id. Proses ini berlangsung secara otomatis, transparan dan tidak perlu dilakukan secara manual. Aplikasi yang mampu melakukan manajemen akses ini yang dinamakan Zimbra Proxy.

Zimbra Proxy is a high performance POP/IMAP proxy server, which allows end users to access their Zimbra Collaboration Suite (ZCS) account using end clients such as Microsoft Outlook, Mozilla Thunderbird, or other POP/IMAP end client software. End users can connect using POP3, IMAP, POP3S (Secure POP3), or IMAPS (Secure IMAP).

Berlanjut ke Artikel : “Tips Zimbra Mail Server : Memahami Zimbra Proxy & Konsep Multi Server-Bagian 2”

Masim Vavai Sugianto

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Menu