Menu

Tips Memindahkan Mesin Fisik ke Virtual Machine (P2V) Menggunakan VMWare Converter-Bagian 2

Tips Memindahkan Mesin Fisik ke Virtual Machine (P2V) Menggunakan VMWare Converter-Bagian 2

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel Tips Memindahkan Mesin Fisik ke Virtual Machine (P2V) Menggunakan VMWare Converter-Bagian 1

Setelah melakukan download file installer VMWare Converter melalui halaman http://www.vmware.com/go/getconverter, kita bisa langsung melakukan instalasi dengan cara double klik file installer tersebut. VMWare Converter adalah file exe biasa yang bisa langsung dijalankan di sistem operasi Windows.

Proses instalasi relatif mudah karena hanya perlu mengikuti wizard yang diberikan.

Setelah proses instalasi selesai, jalankan VMWare Converter dan pilih tombol “Convert Machine” pada bagian toolbar. Berikut adalah contoh tampilan wizard saat hendak melakukan proses convert mesin fisik yang sedang menyala (api kaleee, menyala. Maksudnya, yang sedang aktif gitu lho 😀 )

Memilih sistem/komputer yang hendak diconvert. Bisa memilih apakah convert sistem yang sedang berjalan (physical computer), VM didalam VMWare Workstation atau VM didalam VMWare vSphere (Virtual Infrastructure). VMWare Converter juga bisa melakukan migrasi sistem Hyper-V (sistem Virtualization milik Microsoft) ke dalam VMWare vSphere.

Setelah menentukan sumber sistem yang akan diconvert, tahap berikutnya adalah menentukan tujuannya. Biasanya tujuan untuk sistem adalah Virtual Infrastructure alias sistem VMWare vSphere atau bisa juga dalam bentuk VMWare Workstation.

Setelah menentukan tujuan/lokasi penampung, kita dapat menentukan opsi-opsi yang diinginkan, misalnya partisi yang hendak diconvert, ukuran CPU, RAM, jenis harddisk (thick/thin) dll. Saran saya, lakukan eksplorasi opsi-opsi yang ada secara detail agar bisa memilih pilihan yang paling pas. Saya misalnya, kadang tidak memasukkan partisi tertentu karena partisi tersebut tidak perlu dikonversi (datanya tidak terlalu penting). Hal ini akan membuat proses konversi berjalan lebih cepat.

Saya juga lebih memilih thin provisioning agar ukuran harddisk ditempat baru hanya mengisi kapasitas harddisk sesuai dengan ukuran sebenarnya, bukan ukuran yang dialokasikan.

Setelah selesai, kita tinggal menunggu proses migrasi yang dilakukan. Sebagai gambaran, saya pernah melakukan konversi harddisk sebesar 40 GB melalui jaringan dan membutuhkan waktu sekitar 30-40 menit. Semakin besar ukuran harddisk yang dikonversi tentu akan semakin lama pula proses yang dibutuhkan untuk melakukan proses migrasi.

Semoga bermanfaat.

Masim Vavai Sugianto

5 Comments

  • Jemy says:

    Mas Vavai,

    kenapa yc saat saya conversi server fisik saya (windows 2003)buth wajtu lama (3 partisi) pesan erro nya (FAILED: A general system error occurred: SSL Exception:
    The SSL handshake timed out.)

    mohon bantuannya…thq

  • Vavai says:

    @Jemy,

    Coba check apakah ada perbedaan waktu?

  • Jemy says:

    terima kasih balasannya.

    pas saya lihat lognya….drive C nya berhasil tapi pas drive D terjadi error…butuh dua hari mas untuk drive C nya saja (partisi drive C 150GB saya ubah di virtual jadi 100 gb).

    masalah waktu maksudnya waktu di server dengan Vsphere Server mas?

  • fitriani says:

    bpk vavai
    pak saya mau nanya apakah hasil backup windows 7 yang dijalankan di vmware dapat direstore kembali ke komputer fisik??

  • Masim Vavai Sugianto says:

    @Fitriani,

    Saya belum pernah coba, tergantung pada mekanisme backupnya. Defaultnya sih nggak bisa ke fisik, hanya bisa ke VM. Nanti kalau sudah jadi VM, bisa pakai clonezilla utk cloning antar disk

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Menu