Menu

Tips Sinkronisasi Mailbox Antar Zimbra Mail Server Secara Massal (Case Study 10 ribu Account)

Tips Sinkronisasi Mailbox Antar Zimbra Mail Server Secara Massal (Case Study 10 ribu Account)

3 pekan lalu, team Excellent meluncur ke Bandung untuk melakukan implementasi dan migrasi mail server berbasis Zimbra. Proses sinkronisasi mailbox lama dengan mailbox yang baru secara teori seharusnya berjalan lebih mudah, karena mail server yang lama juga menggunakan Zimbra Mail Server single server. Untuk sinkronisasinya, team Excellent bisa menggunakan mekanisme zmztozmig.

Yang jadi masalah adalah banyaknya jumlah account yang menyebabkan lamanya proses sinkronisasi. Jumlah account yang hendak disinkronisasi berjumlah lebih dari 10 ribu account. Proses sinkronisasi berjalan cukup lambat karena harus melakukan sinkronisasi satu persatu, meski ada beberapa account yang isinya masih 0.

Setelah gagal melakukan sinkronisasi beberapa kali, team Excellent mengecek parameter yang bisa ditweak dari file /opt/zimbra/conf/zmztozmig.conf dan akhirnya menemukan parameter Threads yang bisa ditweak untuk mempercepat proses sinkronisasi.

Dari wiki Zimbra didapat keterangan sebagai berikut :

ThreadsSet the number of accounts to be imported simultaneously. The default is 1.Set this at a low number of threads. When you start to import the data, review the source/destination ZCS server CPU usage I/O rate and write to disk per second. If the server has power to run more threads, you can edit the zmztozmig.conf file to increase the threads one at a time.Threads=

Karena mailbox server yang dijadikan sebagai media transfer memiliki memory 20 GB, team Excellent melakukan ujicoba mengubah angka threads dari 1 menjadi 5. Ini berarti dalam satu waktu yang sama, zmztozmig akan menjalankan 5 proses yang sama untuk 5 account yang berbeda. Secara teori jika ada 100 account yang membutuhkan waktu 100 menit untuk disinkronisasi, dengan 5 threads ini hanya akan membutuhkan waktu 20 menit saja.

Salah satu team teknis Excellent, Maryadi “Ackoy” sempat mengusulkan angka thread 10 atau 20 supaya lebih cepat lagi, namun akhirnya disepakati untuk mengetesnya pada angka 5 untuk menjaga jangan sampai server jadi kolaps karena kebanyakan threads. Hal ini perlu diperhatikan karena penambahan jumlah threads akan berkorelasi pada besar memory yang akan digunakan.

Setelah mengubah angka threads menjadi 5, proses sinkronisasi berjalan lancar. Ada 5 proses yang berjalan secara simultan, baik proses download mailbox dari mail server lama maupun proses upload ke mail server baru. Asumsi sinkronisasi mailbox yang bisa memakan waktu hingga 2 hari bisa sepertinya bisa dikurangi menjadi kurang dari 1 hari melihat cepatnya proses yang dilakukan.

Ternyata 12 jam setelah dijalankan, proses sinkronisasi kembali terhenti. Selidik punya selidik, ternyata pada Class of Service account Admin, default setting auth token lifetime diset secara default selama 12 jam. Setelah mengubahnya melalui menu Zimbra Admin | Class of Service | NamaClassofService | Advanced | Admin console auth token lifetime, proses sinkronisasi berjalan dengan lancar tanpa ada halangan. Oh ya, untuk menjaga kemungkinan adanya masalah, team Excellent mengubah parameter diatas dikedua server, baik mail server lama maupun mail server baru.

Server baru yang dikonfigurasi dalam modus multi server tersebut kini sudah life production selama kurang lebih 3 minggu. So far berjalan dengan lancar sesuai target.

Masim Vavai Sugianto

One Comment

  • srilinux says:

    Mas Vavai terima kasih atas informasinya sangat bagus.. oh ya mau nanya
    kalau ngomongin mailbox zimbra itu maksudnya apa saja yg terkandung didalamnya..?
    apa termasuk ldap, mysql yg akan di sinkronisasi..?
    terima kasih….
    salam
    srilinux

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Menu