Mengenal Ceph Storage di Proxmox VE
Manajemen infrastruktur IT modern menuntut efisiensi operasional yang tinggi. Salah satu hambatan yang dapat timbul ketika kita mengelola server komputasi dan storage secara terpisah adalah investasi perangkat yang memerlukan biaya tinggi. Masalah lain adalah risiko kegagalan terpusat (single point of failure).
Konsep Hyper-Converged Infrastructure (HCI) dapat menjadi salah satu solusi untuk menghadapi tantangan tersebut. Proxmox VE mendukung konsep HCI ini dengan menggunakan sistem Ceph Storage untuk menggabungkan server komputasi dan storage menjadi satu sistem yang lebih ringkas dan tangguh.
Apa Itu Ceph?
Ceph adalah sistem penyimpanan terdistribusi (distributed storage) yang menggabungkan disk lokal yang ada di beberapa server menjadi satu pool penyimpanan besar. Ceph mendukung pengelolaan data hingga satuan petabyte.

Dengan Ceph, Anda dapat memanfaatkan disk yang terhubung langsung pada server. Ceph akan mendistribusikan data VM yang ada pada server ke seluruh server secara otomatis dan merata. Jika ada salah satu server yang mengalami gangguan atau bahkan mati, data Anda tetap aman dan beban kerja akan di-takeover oleh server lain yang masih hidup.
Komponen Utama Ceph
Ceph memiliki banyak komponen. Namun ada dua komponen yang paling penting:
- Ceph Monitor (MON). Fungsinya adalah mengarahkan alur data dan memantau kondisi dari Ceph Cluster. Ceph Monitor memegang peta data (cluster map).
- Ceph Object Storage Daemon (OSD). OSD mengeksekusi instruksi dari MON, kemudian menyimpan data secara fisik ke disk dan mereplikasi data tersebut ke disk lain.
Persyaratan untuk Performa Optimal
Implementasi Ceph membutuhkan perencanaan yang matang dan mengikuti rekomendasi agar proses penyimpanan dan replikasi data berjalan dengan lebih optimal:
- Gunakan SSD Enterprise. Ceph melakukan aktifitas read & write dengan sangat intens. Maka dari itu, Anda perlu menggunakan SSD kelas Enterprise untuk menjaga ketahanan dan masa pakai disk.
- Sediakan Memori (RAM) Besar. Ceph menggunakan banyak alokasi memori untuk memperlancar proses sinkronisasi data. Hitungan kasarnya adalah alokasi 1 GB RAM tiap 1 TB kapasitas OSD.
- Gunakan Jaringan Berkecepatan Tinggi. Sistem Ceph melakukan proses sinkronisasi data terus menerus di latar belakang. Diperlukan jaringan yang stabil dan cepat, minimal 10Gbps untuk mengurangi risiko penumpukan antrian data yang dapat membuat sistem menjadi lambat.
Penutup
Implementasi Ceph merupakan cara modern untuk mengelola infrastruktur IT Anda. Ceph menjadi fondasi dalam membangun sistem yang lebih efisien tanpa ketergantungan pada perangkat eksternal yang lebih mahal dan “kaku”. Implementasi Ceph yang matang dapat membantu memberikan ketenangan bagi Anda di tengah tuntutan layanan bisnis yang harus tetap aktif 24 jam tanpa henti.
💬 Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai layanan Proxmox, bisa kunjungi halaman kami di PT Excellent Infotama Kreasindo atau hubungi tim sales kami di 📧 sales@excellent.co.id.





