Ketertinggalan yang Perlu Dikejar di Era AI
Artificial Intelligence (AI) semakin mudah diakses dan mulai digunakan di berbagai lingkungan kerja. Banyak perusahaan mulai memanfaatkannya melalui tools seperti ChatGPT untuk membantu menyusun draft balasan email, merangkum dokumen, mencari referensi, atau menghasilkan ide dengan lebih cepat melalui AI.
Hal tersebut tentu memberikan manfaat. Namun, bagi sebagian besar perusahaan, penggunaan AI masih sebatas membantu pekerjaan individu. Potensi AI sebenarnya jauh lebih besar dan bisa dikulik lebih dalam.
Pertanyaan yang mulai muncul bukan lagi “Bagaimana cara menggunakan AI?”, melainkan “Bagaimana AI dapat membantu bisnis dan operasional perusahaan bekerja lebih efektif?”
Selama ini AI dikenal sebagai chatbot yang menjawab pertanyaan berdasarkan perintah pengguna. Namun, AI telah berkembang menjadi AI Agent yang mampu memantau aktivitas, mengolah informasi dari berbagai sumber, serta memberikan ringkasan, pengingat, dan rekomendasi sesuai kebutuhan.
Dengan kata lain, AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu tim menentukan prioritas pekerjaan dan memberikan saran dan suara secara proaktif.
Studi Kasus di Excellent Infotama Kreasindo
Di Excellent, AI Agent telah digunakan dalam operasional sehari-hari oleh tim Sales, Accounting, Human Capital, dan Support.
Salah satu implementasinya bername Email AI Triage.

Setiap hari, AI membantu membaca inbox perusahaan untuk mengidentifikasi email yang memerlukan perhatian segera atau menjadi prioritas. Sistem dapat mendeteksi email pelanggan yang belum mendapatkan respons, mengenali follow-up yang mendekati tenggat waktu, kemudian mengirimkan rekap dan prioritas pekerjaan melalui Telegram atau Platform diskusi lainnya.
Dengan begitu, tim tidak perlu lagi memeriksa setiap email secara manual atau khawatir untuk terlewat. Mereka dapat langsung fokus pada pekerjaan yang benar-benar membutuhkan tindakan.
Contoh ini menunjukkan bahwa AI bukan hadir untuk menggantikan manusia, tetapi untuk membantu menyederhanakan pekerjaan yang berulang. Dengan begitu, tim dapat lebih fokus pada pekerjaan yang memberikan nilai lebih bagi bisnis. Sementara itu, AI tetap bekerja 24/7 sehingga berbagai proses dapat terus berjalan, bahkan di luar jam kerja.
Mengapa Banyak Perusahaan Masih Bingung Untuk Mulai Menerapkan Bantuan AI?
Meskipun AI semakin mudah diakses, banyak perusahaan masih belum mengetahui bagaimana cara memanfaatkannya di tingkat organisasi. AI sering kali hanya digunakan sebagai alat bantu untuk menulis atau mencari informasi, sementara proses kerja sehari-hari masih berjalan seperti biasa.
Padahal, setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penerapan AI sebaiknya tidak dimulai dari memilih tools, tetapi dari memahami proses kerja mana yang paling membutuhkan peningkatan efisiensi.
AI Readiness Program

Inilah tujuan dari AI Readiness Program. Program ini membantu perusahaan mengidentifikasi peluang penerapan AI yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, mulai dari memahami proses kerja, menentukan area yang dapat dioptimalkan, hingga menyusun langkah implementasi yang tepat guna dan bermanfaat untuk kemajuan perusahaan.
Dengan pendekatan tersebut, AI tidak lagi hanya menjadi alat bantu individu, tetapi memberikan nilai bagi organisasi secara keseluruhan dan tentunya memberikan dampak yang signifikan.
Melalui AI Readiness Assessment dari Excellent, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai tingkat kesiapan implementasi AI beserta rekomendasi langkah selanjutnya. Kami juga siap berdiskusi untuk mengidentifikasi proses atau pekerjaan repetitif yang berpotensi dioptimalkan dengan AI. Hubungi kami untuk berdiskusi lebih lanjut.



