Segudang Benefit dari Dana Buffer: Ketika Kebijakan Berangkat dari Pengalaman
Tidak semua perusahaan di Indonesia menyediakan “bekal” bagi karyawan yang baru bergabung. Bahkan, hanya sedikit perusahaan di Indonesia yang menyadari pentingnya menyediakan bekal bagi karyawan baru pada masa awal mereka bergabung.
Hal tersebut berbeda dengan apa yang diterapkan di lingkungan kerja Excellent. Semua bermula dari pengalaman Pak Boss jauh sebelum Excellent berdiri. Pada masa itu, Pak Boss bekerja di kawasan Tanjung Priok, sementara tempat tinggalnya berada di Bekasi. Jarak yang harus ditempuh setiap hari tidak hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga menjadi beban finansial tersendiri, terlebih ketika harus mengandalkan kendaraan pribadi untuk pulang-pergi.
Pak Boss sendiri pernah menceritakan pengalamannya, “Saya pas kerja di Priok, harus pulang pergi. Belum gajian, jadi pakai uang yang ada untuk transportasi.”
Sebenarnya Pak Boss punya banyak alternatif transportasi. Tapi dari semua alternatif yang ada, tidak ada satupun yang masih cocok. Cocok dengan kapasitas tenaga, dan juga kapasitas dompet.

Pengalaman inilah yang melatarbelakangi lahirnya kebijakan dana buffer di Excellent.
Setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memutuskan untuk mendirikan Excellent, kebijakan tersebut kemudian diterapkan dengan memberikan dana buffer kepada setiap karyawan baru yang bergabung.
Bagi sebagian orang, kebijakan ini mungkin tampak sederhana. Namun, di balik kesederhanaannya, dana buffer memiliki peran penting dalam membantu karyawan baru menghadapi tantangan awal bekerja.
Pada kenyataannya, kebijakan dana buffer ini lahir dan dijalankan ketika kondisi keuangan Excellent pada masa awal berdiri masih sangat terbatas. Bahkan, untuk memenuhi kewajiban menggaji karyawan, perusahaan kerap bergantung pada keberadaan proyek yang sedang berjalan. Ketika proyek belum tersedia, kondisi finansial perusahaan pun menjadi sangat menantang.
Dalam kondisi yang serba terbatas tersebut, keberadaan dana buffer justru menjadi bentuk komitmen moral oleh Excellent. Kebijakan ini tidak lahir dari kelebihan sumber daya, melainkan dari kesadaran akan pentingnya membantu karyawan baru melewati fase awal bekerja yang penuh tantangan.
Dana buffer diposisikan sebagai bekal dasar agar karyawan baru dapat beradaptasi dengan lebih tenang, tanpa harus dibebani kekhawatiran terkait kebutuhan transportasi dan pengeluaran harian.
Dengan demikian, dana buffer menjadi bukti bahwa kebijakan yang sederhana, ketika dilandasi oleh empati dan pengalaman, dapat memberikan dampak yang signifikan. Kebijakan ini tidak hanya membantu karyawan baru beradaptasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan budaya kerja yang lebih peduli dan berkelanjutan di Excellent.




