Menu

Mengapa VMWare vSphere Menarik untuk Dipelajari & Diimplementasikan?

Mengapa VMWare vSphere Menarik untuk Dipelajari & Diimplementasikan?

Ini merupakan salah satu pertanyaan yang kerap diajukan, terutama oleh rekan-rekan yang sudah merasa nyaman dan well-established dengan solusi Virtualization Technology yang sekarang digunakan. Para pengguna Xen Hypervisor, KVM, VirtualBox, Proxmox, OpenVZ maupun Microsoft Hyper-V mungkin akan merasa berat jika harus belajar ulang mengenai suatu teknologi, apalagi jika pembelajarannya membutuhkan kerja keras dan semangat tinggi seperti vSphere.

Mengapa harus belajar teknologi tertentu jika teknologi yang digunakan sekarang sudah mencukupi? Mengapa harus implementasi vSphere jika teknologi yang ada sekarang sudah cukup memenuhi ekspektasi?

Satu hal pertama, ingatlah bahwa pada akhirnya kita akan selalu belajar, kecuali kita memang ingin berhenti menjalani hidup πŸ˜€ . Ingatlah selalu bahwa perkembangan teknologi komputerisasi berlangsung sangat cepat dan ketat, sehingga jika kita tidak berhati-hati, ilmu dan kemampuan kita menjadi kadaluarsa dan tidak terlalu bermanfaat dalam menopang karir dan cita-cita kita.

Berikut saya sarikan beberapa alasan mengapa belajar VMWare vSphere merupakan suatu pengalaman yang akan bermanfaat bagi karir dan pengetahuan kita, terutama bagi para SysAdmin yang hendak mengimplementasikan Virtualization Technology & Cloud Computing :

  1. Teknologi Bare-Metal OS. VMWare vSphere merupakan satu dari sedikit teknologi Virtualisasi server yang dijalankan dalam modus Bare-Metal OS. Ini artinya hanya ada 1 layer antara vSphere dengan sistem yang berjalan diatasnya. Pendekatan ini berbeda dengan Microsoft Hyper-V atau KVM dan Xen Hypervisor (kecuali Citrix Xen) yang berjalan diatas suatu sistem operasi tertentu.
    `
    Model Bare-Metal OS secara native akan mengurangi penurunan kinerja sistem karena relasi antara VM dengan Host berjalan secara langsung, tidak memerlukan emulasi sistem 2X seperti halnya model Host Virtualization. Dalam kondisi normal, vSphere hanya menggunakan memory dalam jumlah kecil sekali (dalam banyak kasus < 100 MB) sehingga memory dan kinerja server bisa difokuskan bagi performance VM
  2. Ukuran OS yang Kecil. VMWare vSphere Hypervisor ESXi hanya berukuran 144 MB (ISO-nya berukuran sekitar 300 MB). Ukuran yang kecil ini otomatis akan mengurangi banyak beban server saat menjalankan sistem operasi VM. Ukuran yang kecil juga akan terkait dengan kebutuhan harddisk dan memory yang relatif kecil sehingga sebagian besar kinerja sistem bisa dioptimalkan untuk VM
  3. Pilihan Utama di Data Center. VMWare vSphere merupakan salah satu pilihan utama yang paling banyak dipilih untuk digunakan di data center. Bukan hanya dalam sekala puluhan atau ratusan server melainkan juga ribuan server. Jika data center yang notabene memiliki kebutuhan komputasi yang cukup kompleks dan stabil memilih vSphere, semestinya pilihan tersebut sudah teruji memiliki kapabilitas yang powerful. Jika kita sekarang belajar/menggunakan vSphere dilingkungan kecil, minimal kita sudah memiliki pengetahuan dasar untuk nantinya menerapkan ilmu yang kita miliki saat menangani jumlah server yang cukup besar
  4. Pilihan Utama untuk Virtualization & Cloud Computing. Trend masa mendatang yang bergerak kearah bisnis Cloud Computing akan membuat keberadaan Virtualization Technology semakin diperlukan karena Virtualization Technology merupakan pondasi dari Cloud Computing. vSphere bisa digunakan baik untuk public cloud maupun private cloud server
  5. Market Share VMWare di Dunia Virtualization. Sampai dengan saat ini secara de facto VMWare merupakan penguasa pasar untuk Virtualization, bahkan Microsoft yang menjadi penguasa di dunia Desktop Computing dan mencoba menyaingi VMWare dengan peluncuran Hyper-V belum mampu menyaingi VMWare. VMWare berdiri di tahun 1998 dengan 5 orang staff (pendiri, 2 diantaranya suami isteri), ditahun 2011 saja pendapatannya mencapai $3.77 billion, 300.000 customer dan 25.000 partner. Hanya butuh waktu sekitar 13 tahun, VMWare berubah dari sekedar perusahaan kecil menjadi perusahaan multinasional

Tabel Komparasi antara vSphere dengan Hyper-V dan Citrix XenServer

Beberapa alasan diatas saja sudah cukup menjadi alasan ketertarikan untuk belajar vSphere. Belajar vSphere bukan berarti lantas mengatakan bahwa teknologi Virtualization yang lain kurang bagus. Belajar dan mengimplementasikan vSphere merupakan salah satu cara memperluas bargaining power para SysAdmin. Tidak perlu menunggu peluang datang baru kemudian mempelajarinya.

Dengan menguasai sebagian besar Virtualization Technology, entah itu vSphere, Citrix Xen, Hyper-V, RedHat RHEV, KVM, OpenVZ, Proxmox, VirtualBox dan lain-lain semestinya akan membuat hidup kita menjadi lebih mudah, paling tidak lebih mudah dalam mencari atau menciptakan pekerjaan πŸ™‚

Masim Vavai Sugianto

12 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Menu