Menguji Fitur Live Migration di XCP-ng Menggunakan Xen Orchestra
Dalam lingkungan virtualisasi multi-server, menjaga agar layanan/VM tetap berjalan saat host mengalami kendala atau perawatan rutin merupakan kebutuhan yang penting. Salah satu fitur yang dapat digunakan dalam skenario seperti ini adalah Live Migration (LM). Dengan fitur ini, VM dapat dipindahkan ke host lain tanpa perlu dimatikan terlebih dahulu. Pada tulisan kali ini, kita akan membahas pengujian live migration di XCP-ng menggunakan Xen Orchestra.
Mengapa Menggunakan Fitur Live Migration?
Beberapa manfaat utama dari fitur live migration di XCP-ng antara lain:
- Meminimalkan downtime layanan saat terjadi perawatan perangkat server (maintenance).
- Menjaga ketersediaan aplikasi yang berjalan pada VM.
- Mendukung pengelolaan infrastruktur multi-server yang lebih fleksibel.
Persiapan
Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi agar dapat menggunakan fitur live migration:
- Host sudah tergabung ke dalam pool (multi-server).
- Menggunakan shared storage sehingga disk milik VM dapat diakses oleh host tujuan yang ada di dalam pool.

Pada pengujian kali ini, XCP-ng sudah tergabung ke dalam pool yang berisi 3 hosts. Shared storage yang digunakan adalah NFS. VM yang digunakan untuk pengujian adalah Oreon Linux yang sebelumnya sudah dibuat dan dijalankan pada salah satu host yang ada di dalam pool. Namun, VM yang digunakan masih menggunakan local storage. Kondisi ini belum memungkinkan untuk menggunakan fitur live migration. Kita perlu memindahkan VM tersebut ke shared storage, dalam hal ini adalah NFS.
Migrasi Disk VM dari Local Storage ke NFS
Untuk memindahkan disk VM ke NFS, buka menu VM.

Kemudian pilih tombol Migrate Disk yang berada di panel atas, lalu pilih disk tujuan (NFS).

Proses migrasi disk VM dapat dipantau melalui menu Tasks.

Setelah proses migrasi selesai, kini disk VM sudah berada di NFS dan siap digunakan untuk proses pengujian live migration.

Proses Live Migration
Buka VM yang ingin dimigrasikan. Kemudian pilih tombol Migrate dan tentukan host tujuan. Pastikan juga destination storage di-set ke NFS. Pilih tombol OK untuk melanjutkan proses migrasi.

Proses live migration juga dapat dipantau melalui halaman Tasks.

Setelah selesai, VM akan berpindah ke host tujuan (dalam pengujian kali ini adalah xcp-172). Live migration juga dapat dilakukan saat menjalankan service atau aplikasi pada VM untuk memastikan layanan dapat tetap diakses walaupun VM sedang dipindahkan.

Penutup
Fitur live migration memungkinkan VM dapat tetap berjalan (pada host lain) walaupun sedang ada kendala atau perawatan yang dilakukan pada host asal. Fitur ini sangat penting untuk lingkungan virtualisasi multi-server. Untuk dapat menjalankan fitur ini, minimal terdapat dua host pada pool dan juga harus menggunakan shared storage seperti NFS. Dengan konfigurasi yang tepat, live migration merupakan solusi dalam menjaga ketersediaan layanan dan fleksibilitas operasional infrastruktur IT.
Jika perusahaan Anda sedang mengevaluasi XCP-ng sebagai alternatif virtualisasi dan memiliki pertanyaan terkait XCP-ng dan lisensinya, tim Excellent siap membantu menjawab pertanyaan Anda. Hubungi kami melalui email sales@excellent.co.id .



