Dalam membangun private cloud, tahap paling awal yang menentukan keberhasilan sistem adalah instalasi OpenNebula Frontend sebagai pusat kendali yang mengatur seluruh Host, Virtual Machine, serta konfigurasi infrastruktur. Banyak pengguna baru langsung menambahkan node tanpa memastikan komponen Frontend terpasang dengan benar. Padahal, kestabilan sistem cloud sangat bergantung pada konfigurasi awal Frontend yang solid dan terstruktur.
Keunggulan Panduan Ini
- Menyajikan panduan instalasi yang ringkas dan mudah diikuti.
- Membantu menyiapkan sistem yang siap pakai sebelum menambahkan node lain.
- Menghindari kesalahan umum pada tahap awal implementasi OpenNebula.
Peran Frontend dalam Arsitektur OpenNebula
Frontend berfungsi sebagai pusat kendali dari seluruh sistem OpenNebula, tempat semua aktivitas manajemen seperti pembuatan Virtual Machine, Scheduling, dan monitoring resource. Melalui antarmuka Sunstone, administrator dapat mengatur Host, Network, dan Datastore dengan mudah, sementara compute node menjalankan instruksi yang dikirim dari Frontend. Dengan kata lain, Frontend menjadi titik koordinasi utama yang memastikan seluruh komponen cloud bekerja dengan efisien.
Spesifikasi Minimum untuk OpenNebula Frontend
Sebelum mulai instalasinya, pastikan sistem memiliki resource yang cukup untuk menjalankan komponen OpenNebula. Selain itu juga ada beberapa Operating System (OS) yang didukung untuk instalasi OpenNebula, di antaranya sebagai berikut:
RHEL 8/9
AlmaLinux 8/9
Debian 11/12
Ubuntu 22.04/24.04
Berikut adalah spesifikasi OpenNebula yang direkomendasikan untuk lingkungan uji coba maupun produksi ringan:
| Komponen | Minimum | Rekomendasi |
|---|---|---|
| CPU | 2 vCPU | 4 vCPU atau lebih |
| RAM | 4 GB | 8 GB (tergantung jumlah Host dan VM) |
| Storage | 20 GB | 40 GB atau lebih |
Langkah-Langkah Instalasi OpenNebula Frontend
1. Persiapan Sistem
Saya akan menggunakan RHEL 9 sebagai sistem operasi utama (OS lain juga dapat digunakan seperti yang sudah disebutkan di atas). Pastikan sistem dalam keadaan sudah diperbarui. Jika belum, silakan lakukan pembaruan terlebih dahulu:
root@localhost:~# sudo dnf update -y2. Tambahkan Repositori OpenNebula
Silahkan tambahkan repositori resmi OpenNebula versi terbaru ke dalam sistem:
root@localhost:~#cat << "EOT" > /etc/yum.repos.d/opennebula.repo [opennebula] name=OpenNebula Community Edition baseurl=https://downloads.opennebula.io/repo/7.0/RedHat/$releasever/$basearch enabled=1 gpgkey=https://downloads.opennebula.io/repo/repo2.key gpgcheck=1 repo_gpgcheck=1 EOT
root@localhost:~# sudo dnf clean all
root@localhost:~# sudo dnf makecache3. Instalasi Paket Utama
Selanjutnya silahkan instal semua komponen inti dari OpenNebula dengan perintah dibawah ini dan tunggu proses nya selesai:
root@localhost:~# sudo dnf install opennebula opennebula-common opennebula-libs opennebula-fireedge opennebula-tools opennebula-node-kvm opennebula-flow opennebula-gate opennebula-prometheus -y4. Instalasi Paket MariaDB
Saat paket utama sudah terpasang, langkah berikutnya adalah mengatur Backend menggunakan paket MariaDB. Ini diperlukan untuk instalasi OpenNebula Multi-server (kecuali jika Anda menggunakan Mini-one setup).
Install paket MariaDB dan aktfikan layanan:
root@localhost:~#sudo dnf install mariadb mariadb-server mariadb-devel -y
root@localhost:~#sudo systemctl enable --now mariadbMasuk ke shell MariaDB:
root@localhost:~#sudo mysql -u root -p
Lalu buat database dan user untuk OpenNebula:
MariaDB [(none)]>CREATE DATABASE opennebula;
CREATE USER 'oneadmin'@'localhost' IDENTIFIED BY '<Password Anda>';
GRANT ALL PRIVILEGES ON opennebula.* TO 'oneadmin'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;
EXIT;
Konfigurasi di OpenNebula
Edit file:
root@localhost:~#sudo nano /etc/one/oned.conf
Temukan bagian:
DB = [ BACKEND = "sqlite" ] Ubah menjadi:
BACKEND = “mysql”,
SERVER = “localhost”,
PORT = 3306,
USER = “oneadmin”,
PASSWD = “<Password Anda>”,
DB_NAME = “opennebula”,
CONNECTIONS = 25,
COMPARE_BINARY = “no”
]
5. Mengaktifkan dan Menjalankan Layanan
Setelah instalasi selesai, jangan lupa untuk mengaktifkan layanan utama OpenNebula:
root@localhost:~# sudo systemctl enable --now opennebula
root@localhost:~# sudo systemctl enable --now opennebula-fireedge
Kemudian verifikasi status kedua layanan untuk memastikan sudah berjalan atau belum:
root@localhost:~# sudo systemctl status opennebula
root@localhost:~# sudo systemctl status opennebula-fireedge
Pastikan menunjukan “Active” atau “Enable”.
5. Verifikasi Akses Antarmuka FireEdge
Secara bawaan, antarmuka Sunstone berjalan di port 2616. Akses melalui browser:
http://<IP-Frontend>:2616
Gunakan kredensial bawaan untuk login (password dapat diubah):
Username:
oneadminPassword: (periksa file
/var/lib/one/.one/one_auth)
Untuk panduan implementasi lebih lanjut atau pendampingan instalasi OpenNebula, tim dari Excellent siap membantu dari tahap perencanaan hingga konfigurasi cluster.
Penutup
Dengan menyelesaikan instalasi Frontend, administrator telah menyiapkan fondasi utama untuk membangun private cloud OpenNebula.
Sebelum ketahap instalasi ini, silahkan lihat terlebih dahulu apa itu sebenarnya platform OpenNebula ini, kunjungi artikel kami tentang pengenalan OpenNebula.
Lihat informasi selengkapnya tentang OpenNebula pada dokumentasi OpenNebula.







