Konfigurasi High Availability di XCP-ng
Dalam sistem virtualisasi, ketersediaan layanan merupakan salah satu faktor yang sangat krusial. Ketika salah satu host mengalami gangguan atau bahkan tidak dapat digunakan, VM yang berada di dalam host tersebut dapat terhenti dan mengganggu keberlangsungan atau operasional bisnis.
Untuk mengatasi hal tersebut, XCP-ng memiliki fitur High Availability (HA) yang memungkinkan VM dapat pindah secara otomatis ke host lain di dalam pool, ketika host asalnya mengalami kegagalan.
Manfaat dari High Availability (HA)
Dengan mengaktifkan HA, administrator dapat memperoleh beberapa manfaat, di antaranya:
- Mengurangi waktu downtime pada layanan ketika host mengalami gangguan atau kegagalan.
- VM dapat dipindahkan secara otomatis ke host lain di dalam pool.
- Meningkatkan reliability layanan sehingga membantu memastikan operasional bisnis dapat tetap berjalan.
Persiapan Sebelum Mengaktifkan HA
Sebelum kita melakukan konfigurasi HA, terdapat beberapa hal yang perlu dipastikan terlebih dahulu:
- XCP-ng sudah tergabung ke dalam pool.
- Pool memiliki setidaknya tiga buah host.
- Sudah menggunakan shared storage. Dalam pengujian kali ini menggunakan NFS.
- Shared storage dapat diakses oleh seluruh host di dalam pool.

Shared storage akan dijadikan sebagai heartbeat media dalam implementasi high availability.
Konfigurasi HA di XCP-ng
Mengaktifkan HA
Buka menu Pool> Advanced dan pilih tombol High Availability.

Menentukan Heartbeat Storage
Saat opsi ini diaktifkan, XOA akan meminta kita untuk menentukan storage yang akan digunakan sebagai heartbeat storage repository. Artinya, storage akan digunakan oleh XCP-ng untuk menyimpan status dari pool dan menjadi acuan dalam proses failover.


Nyalakan kembali toggle High Availability hingga statusnya aktif.
Verifikasi Status HA
Setelah konfigurasi selesai, lakukan beberapa verifikasi berikut:
- Pada halaman Storage, NFS akan memiliki label HA yang menandakan storage tersebut digunakan sebagai heartbeat.

- Pada halaman Pool, terlihat status HA aktif yang ditandai dengan ikon checked cloud yang menandakan mekanisme HA siap digunakan.
Menentukan VM yang Akan Menggunakan HA
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua VM otomatis akan dipindahkan atau menjalankan mekanisme HA saat host-nya mengalami kendala. Administrator perlu menentukan VM mana saja yang akan diikutsertakan dalam mekanisme HA.
Untuk memilih VM mana yang ingin diaktifkan fitur HA-nya, pilih VM, lalu buka menu Advanced. Pada bagian HA, ubah parameternya menjadi best-effort. Artinya, VM akan diusahakan untuk dijalankan kembali pada host lain apabila terjadi kegagalan pada host asal.


Simulasi Pengujian HA
Untuk memastikan HA berjalan dengan baik, pada pengujian kali ini dilakukan simulasi dengan skenario berikut:
- VM dalam kondisi aktif pada salah satu host (xcp-173).

- Host xcp-173 dimatikan.

- Proses failover dapat dipantau melalui menu Tasks di XOA.

Pada pengujian yang dilakukan, VM berhasil dipindahkan secara otomatis ke host lain (xcp-172) dalam pool dan VM berhasil dimulai kembali.

Penutup
Fitur High Availability (HA) di XCP-ng merupakan salah satu fitur penting yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk membantu menjaga layanan tetap berjalan meskipun terjadi kegagalan pada salah satu host. Dengan memanfaatkan shared storage seperti NFS sebagai heartbeat storage, administrator dapat mengaktifkan failover otomatis sehingga risiko downtime dapat diminimalkan.
Jika perusahaan Anda sedang mengevaluasi XCP-ng sebagai alternatif virtualisasi dan memiliki pertanyaan terkait XCP-ng dan lisensinya, tim Excellent siap membantu menjawab pertanyaan Anda. Hubungi kami melalui email sales@excellent.co.id .







