Menu

Summary Proses Instalasi & Konfigurasi Mail Server untuk Production Server (Live)-Bagian 3

Summary Proses Instalasi & Konfigurasi Mail Server untuk Production Server (Live)-Bagian 3

Setelah membahas mengenai pengiriman email ke internet pada tulisan bagian kedua, sekarang waktunya membahas mengenai konfigurasi mail server dari sisi incoming/penerimaan email. Konfigurasi ini penting karena banyak SysAdmin yang bingung akibat :

  1. Email server bisa kirim tapi tidak bisa terima
  2. Pengiriman email dari domain luar/internet masih nyasar ke mail server lama
  3. Bingung soal konsep Split-DNS
  4. Terjadi down time saat implementasi mail server baru
  5. Kesulitan memahami konsep DNS public

Sebenarnya penerimaan email untuk mail server mudah dipahami, asal tahu tips dan tricknya. Tipsnya untuk mudah memahaminya dapat dibagi kedalam 3 bagian, yaitu :

  1. Email server memiliki IP Public Static
  2. Email server memiliki IP Public Dynamic
  3. Email server tidak memiliki IP Public

EMAIL SERVER MENGGUNAKAN IP PUBLIC

Jika email server memiliki IP public, proses yang akan dilakukan jauh lebih mudah. Kita bisa melakukan setting agar mail server langsung menggunakan IP public yang dipasang pada mesin mail server. Meski bisa secara langsung menggunakan IP public, lebih direkomendasikan untuk menggunakan IP private pada mail server. IP public diset menggunakan NAT agar merujuk pada IP private milik mail server.

Cara mudah mengecek IP public yang dimiliki adalah menggunakan layanan online, misalnya http://whatismyip.com. Jika kita klik, IP yang muncul adalah IP public yang digunakan. Buka alamat diatas menggunakan browser dari mesin mail server. Jika mail server menggunakan text mode, gunakan aplikasi w3m atau links atau lynx untuk mengaksesnya. Jika sudah menggunakan mail server untuk mengakses URL tersebut namun IP public yang terdeteksi justru IP public yang lain, check ulang konfigurasi network, kemungkinan besar ada kesalahan setting routing di router.

Kesalahan yang umum terjadi dalam hal routing adalah melakukan masquerade all untuk semua trafik outgoing sehingga trafik dari mail server turut diset berasal dari IP public milik router.

Jika menggunakan NAT, settinglah IP public mail server agar incoming port berikut ini : 25, 80, 110, 143, 587, 993, 995, 7071 mengarah ke IP private milik mail server yang diinginkan. Setelah selesai, coba minta salah satu rekan yang menggunakan koneksi internet lain (diluar jaringan anda) untuk mengecek apakah IP yang di NAT-kan sudah mengarah ke server lokal yang sesuai atau belum. Untuk pengecekan, bisa juga dilakukan sendiri, dengan syarat aksesnya menggunakan koneksi yang berbeda dengan koneksi internet yang digunakan oleh mail server.

Jika menggunakan modem ADSL seperti milik Speedy, istilah NAT juga dikenal dengan istilah Port Forwarding. Fungsinya sama, yaitu agar port-port tertentu diarahkan ke ip private server tertentu.

EMAIL SERVER MENGGUNAKAN IP PUBLIC DYNAMIC

Jika menggunakan IP Public dynamic, mail server otomatis tidak bisa difungsikan untuk bertindak sebagai direct mail server atau mail server yang menerima email secara langsung dari internet. Lha gimana menerima email dari internet kalau IP-nya kerap kali berubah sehingga ada kemungkinan email bounce jika IP yang dikenali di DNS Server bukan lagi IP si mail server.

Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan menggunakan provider dynamic DNS seperti DynDNS namun opsi ini tidak saya rekomendasikan. Mengapa? Karena solusinya tidak permanen dan membuat nama mail server jadi berubah, misalnya menjadi mailexcellent.dyndns.org.

Cara yang lebih permanen adalah dengan membeli domain-hosting dan kemudian mengarahkan semua penerimaan email ke IP public atau hostname dari hosting. Sebagai contoh, excellent.co.id merupakan shared hosting yang domainnya saya beli kemudian mendapat shared IP : 174.120.9.7. Saya dapat menggunakan excellent.co.id (hosting yang ada di ISP) sebagai penerima email. Kemudian menggunakan akses Cpanel, buatlah email account untuk masing-masing user.

Nantinya, jika ada user dari internet mengirim email, emailnya akan masuk ke hosting ISP. Lantas, bagaimana kita mendistribusikannya ke masing-masing user yang ada di lokal? Disinilah fungsi aplikasi bernama Fetchmail. Fetchmail ini yang akan bertindak sebagai Gateway, menarik email dari mail hosting ISP berdasarkan interval waktu tertentu, kemudian mendistribusikannya ke masing-masing mailbox user yang ada di Zimbra mail server lokal.

Jika demikian halnya, mengapa masing-masing user tidak langsung saja menarik email dari mail hosting ISP daripada harus melakukan instalasi di server lokal? Karena jika hal itu yang dilakukan, akan ada kerugian dari sisi :

  1. Semua user harus memiliki akses ke internet
  2. Proses pengambilan email dan akses bandwidth tidak terkontrol, karena dilakukan oleh masing-masing user
  3. Proses pengiriman email ke sesama account lokal akan tetap menggunakan bandwidth internet

Jika ingin mengetahui tata cara penggunaan Fetchmail, silakan baca tulisan berikut : Fetchmail Configuration & How to Integrate with Mail Server atau tulisan ini : Fetchmail, Aplikasi Penting dalam Mail Server Linux, Semarang Day #2, Fetchmail & DomainPOP pada Zimbra Mail Server dan Google Apps, Zimbra & Fetchmail

EMAIL SERVER TIDAK MEMILIKI IP PUBLIC

Jika mail server tidak memiliki IP Public baik static maupun dynamic, satu-satunya pilihan adalah menggunakan Fetchmail untuk menerima email dan menggunakan SMTP relay untuk mengirim email. Panduan untuk mengirim email ada pada tulisan sebelumnya.

Tulisan akan saya lanjutkan pada seri berikutnya berupa setting DNS Server Public dan menghubungkannya dengan IP public, Summary Proses Instalasi & Konfigurasi Mail Server untuk Production Server (Live)-Bagian 4, DNS Server Public

Masim Vavai Sugianto

6 Comments

  • Hadi says:

    Salam kenal pak,

    Perusahaan tempat saya bekerja menyewa web hosting untuk menyimpan website cms perusahaan, dan sayangnya di hosting tsb tidak terdapat fotur mail server. Kemudian saya berinisiatif untuk membangun email server sendiri, kami juga mempunyai IP public, namun setelah saya lakukan serangkaian tes pengiriman email, muncul pesan sbb:

    host gmail-smtp-in.l.google.com[173.194.79.27] said:
    550-5.7.1 [xxx.xxx.xxx.xxx] The IP you’re using to send mail is not
    authorized to 550-5.7.1 send email directly to our servers. Please use the
    SMTP relay at your 550-5.7.1 service provider instead. Learn more at 550…

    setelah saya coba lakukan cek, ternyata di dns server tidak mempunyai PTR record yang menuju ke domain kami. Nah, yang ingin kami tanyakan, apa saya harus membuat DNS server sendiri atau pun harus menghubungi pihak hosting untuk membuatkan PTR record untuk email server kami? Terima kasih.

  • Vavai says:

    Hi mas Hadi,

    Yang perlu dikontak bukan pihak hosting melainkan pihak ISP yang menyediakan akses internet.

    Jawaban detailnya ada disini :

    http://vavai.com/2013/08/16/tips-improvement-ptr-recordsreverse-dns-untuk-meningkatkan-reputasi-mail-server/

  • Hadi says:

    Hi Pak Vavai,

    Terima kasih untuk artikelnya, sangat lengkap sesuai dengan yang saya alami, dan sangat membantu sekali. :). Sekali lagi terima kasih.

    Salam sejahtera.

  • Hadi says:

    Selamat pagi Pak Vavai,

    Saya ingin menanyakan satu hal lagi, setelah saya baca-baca mengenai PTR record, ternyata hanya dapat di gunakan untuk 1 (satu) domain saja. Nah, bagaimana jika saya mempunyai 2(dua) domain yang berbeda, namun dalam satu mail server yang sama, tanpa menggunakan domain alias? Apa mungkin dengan hanya 1 IP Address menggunakan PTR domain satunya, kemudian saya membuat virtual domain lagi?

    Terima kasih.
    Salam sejahtera.

  • dody says:

    Saya ingin menanyakan ttg Email Domain.
    Email domain bila di buka oleh client saya (pemilik) di jkt, sering gagal login, setelah saya tanyakan ke pihak Hosting ternyata terkena Force Brute, yg dikarenakan IP Dynamic di Jkt. DI jkt pake Internet yg di LAN ke PC Client2.

    Yg saya tanyakan bagaimana merubah IP Dynamic menjadi IP Static?

  • Jasa Website says:

    Min kalo muncul tulisan perangkat anda mengalami masalah saat menghubungkan server itu musti gimana ya min?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Menu