POSISI ZIMBRA PROXY
Pertanyaan susulan berikutnya adalah, dimana posisi Zimbra Proxy diinstall? Apakah di LDAP Server, Mailbox Server atau justru di MTA Server? Zimbra proxy bukan diinstall di mailbox server melainkan diserver yang akan menjadi front-end mail server. Untuk keperluan ini, Zimbra proxy justru diinstall diatas mesin MTA server yang akan menjadi front-end mail server (port 25 incoming).
Zimbra Proxy akan menyediakan service POP Proxy, Imapproxy dan httpproxy. Ini berarti bahwa Zimbra Proxy akan menyediakan port-port standard 80, 110, 143, 993 dan 995 yang nantinya akan diredirect ke mailbox server yang bersesuaian. Dengan demikian, end user tidak perlu menghapalkan mailbox server yang mana yang menjadi tempat mailboxnya disimpan karena proses redirect akan secara otomatis dilakukan oleh Zimbra Proxy.
ZIMBRA PROXY DAN NAT IP PUBLIC
Jika skema multi server menggunakan NAT, maka nantinya semua NAT atau port forward akan merujuk ke IP private milik MTA Server (MTA incoming). Dengan demikian, tidak perlu ada pemisahan NAT, misalnya port 80, 110, 143, 993 dan 995 ke mailbox server sedangkan port 25, 465 dan 587 ke MTA Server.
Bagaimana jika menggunakan IP public? Jika menggunakan IP public, berarti semua konfigurasi di DNS Server harus merujuk ke IP public milik MTA Server. Ini karena semua port Zimbra akan disediakan oleh MTA Server
KOMPONEN ZIMBRA PROXY
Zimbra Proxy mencakup software-software sebagai berikut :
ARSITEKTUR ZIMBRA PROXY
KESIMPULAN
Skenario multi server sangat diperlukan jika kita ingin menjaga agar performance Zimbra tetap berkualitas meski jumlah accountnya cukup banyak dan transaksi email cukup tinggi. Penambahan mailbox server dapat dilakukan dengan mudah setiap saat jika diperlukan sehingga mailbox yang menerima beban berat bisa dikurangi bebannya.
Zimbra Proxy dapat dimanfaatkan agar end user tidak perlu repot dalam mengakses dan melakukan setup email client karena meski account email tersimpan dibanyak mailbox server, aksesnya tetap dapat dilakukan dari 1 alamat mail server
Print This Post
Berikutnya kita lakukan konfigurasi heartbeat yang kaan mengatur failover sistem, alamat IP virtual, Apache, dan MySQL jika terjadi gagal booting salah satu sistem. Pada node1, tentukan cluster yang disertakan dalam file /etc/heartbeat/ha.cf. Contoh /etc/heartbeat/ha.cf: Logfacility local0 keepalive 2 deadtime 30 warntime 10 initdead 120 bcast eth0 bcast eth0 node node1 node node2 Catatan: nilai yang [...]
Recent Comments